Kalau Di Jalan Raya Jangan Emosi, Astra Motor Kalbar Gelar Edukasi Safety Riding Bersama HPCI Pontianak

Apa? Sobat Pada hari Senin tepatnya 26 April 2021 Astra Motor Kalimantan Barat melakukan edukasi safety riding kepada riders HPCI Chapter Pontianak. Memberikan edukasi safety riding bagaimana agar cari aman saat berkendara, dengan tema berkendara dengan emosi banyak dari riders juga turut ikut dalam diskusi hingga keseruan dalam edukasi memberikan pandangan luas terhadap riders terkait keselamatan berkendara.

PCX 160


Sosialisasi yang dilakukan Astra Motor Kalimantan Barat merupakan kegiatan yang memberikan padangan luas terhadap riders terkait keselamatan berkendara, yang sedari awalnya diantara mereka menganggap bahwa menggunakan riding gear membuat gerah, susah bergerak hingga tidak keren dirumah pandangannya bahwa menggunakan riding gear itu aman dan keren atau Safety and Style.
Edukasi Safety Riding yang diberikan ialah bagaimana agar berkendara yang aman dan nyaman yang disampaikan oleh Prastya Agusta selaku Instruktur Safety Riding Astra Motor Kalimantan Barat. Banyak keseruan didalamnya, dari mulai sesi tanya jawab bersama riders dan Instruktor Safety Riding Astra Motor Kalimantan Barat hingga ujian yang menunjukan kepahamannya tentang Cari Aman ketika berkendara.

Para peserta edukasi safety riding

Antofany Yusticia Ahmadi selaku Manager Marketing Astra Motor Kalimantan Barat mengungkapkan edukasi safety riding yang diberikan kepada riders Honda terutama Komunitaas HPCI Chapter Pontianak untuk membuat mereka Cari Aman ketika berada dijalan dengan edukasi yang bertema berkendara dengan emosi, “Astra Motor Kalimantan Barat memberikan edukasi Safety Riding kepada riders HPCI Chapter Pontianak agar mereka Cari_Aman saat berkendara terkait keselamatan berkendara dengan emosi yang stabil hingga membuat dirinya dan orang lain tetap aman saat berkendara” Tuturnya.

Jaga emosi saat di jalan raya


Langkah apa saja yang bisa diambil supaya dapat menjaga emosi di jalan raya. Berikut cara yang bisa dipraktekkan untuk menjaga emosi saat di jalan raya dan berkendara :

1. Persiapan perjalanan yang dilakukan sejak sahur, dengan cara memilih asupan makanan yang bernutrisi tinggi, seperti sayuran dan buah-buahan. Selain itu juga disarankan untuk memperbanyak minum air putih saat sahur yang bertujuan mencegah terjadinya dehidrasi tubuh saat berkendara di siang hari. Jangan lupa juga untuk menggunakan perlengkapan berkendara seperti jaket, helm, sarung tangan dan masker, serta membawa kelengkapan surat berkendara.

2. Menentukan rute perjalanan supaya perjalanan lebih efisien. Ada baiknya menggunakan aplikasi penunjuk jalan, seperti Waze atau Google Maps. Dengan aplikasi, kita bisa melihat situasi perjalanan dan memilih jalur yang tepat dan aman. Tapi, jangan sampai karena memperhatikan aplikasi, justru malah mengurangi konsentrasi di jalan.
Melihat aplikasi peta hanya boleh dilakukan ketika kendaraan berhenti atau minggir sejenak ke posisi aman di bahu jalan. Untuk daerah yang belum pernah didatangi, sebaiknya para pengendara pelajari situasi jalanan agar tidak membuang waktu karena tersesat di jalan dan terlalu lama berkendara.

3. Istirahat yang cukup. Banyak orang yang merasakan kantuk saat di bulan puasa, karena waktu tidurnya berkurang. Untuk itu disarankan agar dapat mengatur waktu dengan tidur lebih awal. Pengendara yang melakukan perjalanan jarak pendek, sempatkan beristirahat selama 10 menit.
Disarankan istirahat setelah satu sampai dua jam berkendara, namun apabila rasa ngantuk menyerang atau konsentrasi sudah menurun segeralah menepi untuk beristirahat.

4. Tetap berpikir positif. Kondisi lalu lintas saat pulang kerja di bulan puasa sering kali sangat padat, karena banyak orang yang mengejar waktu agar bisa berbuka puasa di rumah bersama keluarga.
Dalam kondisi seperti ini, emosi akan mudah sekali terpancing. Salah satu cara mencegah emosi adalah dengan selalu berfikir positif terhadap pengendara lainnya.

5. Menjaga toleransi. Melihat pengendara lain yang tidak tertib juga bisa memancing emosi, seperti menyerobot jalur, berkendara melawan arus maupun menggunakan trotoar.
Usahakan untuk selalu mengedepankan toleransi dan rasa sabar agar kepentingan sesama pengguna jalan dapat terpenuhi serta tetap mampu mengendalikan emosi saat berpuasa.(RAA)



Posting Komentar

0 Komentar