Astra Motor Kalbar Adakan Ngabuburit Bersama Komunitas Honda PCX Club Indonesia Chapter Pontianak

Apa? Sobat Pada hari Sabtu tepatnya 24 April 2021 Komunitas HPCI (Honda PCX Club Indonesia Chapter Pontianak) Kalimantan Barat ikut serta dalam Touring PCX Jalan Jalan Men yang memiliki tujuan tempat wisata Kayangan Resort bertujuan untuk ngebuburit dan buka bersama ala Bikers Honda.
Touring yang dikhususkan untuk pengguna motor PCX ini disupport secara langsung oleh Astra Motor Kalimantan Barat yang dengan diwajibkan mengikuti protokol kesehatan, diwajibkan menggunakan masker dan berbekal hand sanitizer.

Bukber dan ngabuburit bersama Astra Motor Kalbar dan HPCI


Meningkatkan kemistri antar riders PCX ngabuburit dengan touring dan buka bersama menjadikan keseruan tersendiri. Banyak dari memberkomunitas merasakan keseruan dan nyaman ketika berkendara menggunakan All New PCX160 saat touring.
Patih selaku Ketua Komunitas HPCI (Honda PCX Club Indonesia Chapter Pontianak) mengungkapkan dengan adanya event yang difasilitasi Astra Motor Kalimantan Barat ini semoga Riders-riders PCX tetap memiliki keharmonisan, ”Kami memanfaatkan event yang difasilitasi oleh Astra Motor Kaliamantan Barat dengan sebaik mungkin dengan mengikuti alur acara yang seru ini dengan games meningkatkan keharmonisan ” tuturnya.
Antofany Yusticia Ahmadi selaku Manager Marketing Astra Motor Kalimantan Barat mengungkapkan PCX Jalan Jalan Men ini yang bertujuan menigkatkan keharmonisan antar riders PCX, dan nnti juga ada komunitas Honda lainnya yang akan kami support untuk kegiatan seperti ini dan tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan, “Kami menyediakan dan memfasilitasi Komunitas Honda untuk memiliki keharmonisan yang baik melalui event Touring Ngebuburit hingga buka bersama ke tempat wisata dan tentunya diwajibkan mengikuti protokol kesehatan ” Tuturnya.

Ada yang penasaran dengan asal kata ngabuburit yang sering diucapkan?


Ngabuburit adalah salah satu tradisi yang identik dengan bulan Ramadhan. Ngabuburit atau tradisi menunggu berbuka puasa ini biasanya diisi dengan kegiatan berburu takjil, melakukan kegiatan sosial, atau sekadar berkumpul bersama kerabat dan sahabat.

Ngabuburit sekalian touring


Lantas, apa arti ngabuburit? Bagaimana asal-usul ngabuburit hingga menjadi tradisi unik saat Ramadhan di Indonesia? Jika menilik Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Anda tidak akan menemukan arti kata ngabuburit. Pasalnya, kata ngabuburit diketahui berasal dari bahasa Sunda. Dilansir dari Tribunnews.com, arti kata ngabuburit dapat ditemukan di Kamus Bahasa Sunda. Berdasarkan Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS), kata ngabuburit berasal dari kalimat “ngalantung ngadagoan burit”. Kalimat “ngalantung ngadagoan burit” berarti bersantai sambil menunggu waktu sore. Sebab, ngabuburit memiliki kata dasar “burit” yang memiliki arti sore hari.

Ngabuburit aman disaat pandemi


Seiring berjalannya waktu, istilah ngabuburit kemudian digunakan untuk menyebut kegiatan yang dilakukan pada sore hari untuk menunggu waktu berbuka puasa. Namun, ada pula daerah di Indonesia yang memilih menggunakan istilah dalam bahasa daerahnya untuk menyebut kegiatan menunggu waktu berbuka puasa. Misalnya, kata “malengah puaso” yang berasal dari bahasa Minang yang memiliki arti kegiatan untuk mengalihkan rasa haus dan lapas karena berpuasa.
Lalu bagaimana ngabuburit aman disaat pandemi seperti ini?

1. Ikuti aktivitas tur virtual


Jika merasa bosan, kegiatan tur virtual bisa menjadi solusi untuk menghilangkan penat. Meski tidak seasyik aslinya, setidaknya pikiran bisa menjadi segar dan hati riang.

2. Patuhi protokol kesehatan


Di mana pun kita berada, disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun adalah sebuah keharusan. Selain itu, jangan lupa bawa disinfektan atau tisu basah yang mengandung alkohol jika hendak ke toilet, agar tetap bersih dan higienis.

3. Hindari tempat ramai


Jika tempat tujuan kalian untuk ngabuburit ternyata cukup ramai, sebaiknya cari tempat lain yang lebih sepi dan tenang. Selain lebih aman, tempat yang tenang bisa membuat kita rileks sembari menanti azan magrib berkumandang.(RAA)



Posting Komentar

0 Komentar